RaCon Platform · Provinsi Bali

Rabies Control Platform

Prototipe interaktif inovasi digital One Health untuk pencegahan & penanggulangan rabies berbasis masyarakat di Bali. Pilih peran untuk mencoba pengalaman masing-masing pengguna.

Individu / Masyarakat

Daftarkan hewan peliharaan, lapor kasus gigitan, cari layanan terdekat, dan akses info kesehatan rabies.

Masuk sebagai Warga →

Kader Komunitas (T1/T2)

Kelola Digital Dogalog, catat kunjungan, tindak lanjuti laporan kasus, dan targetkan vaksinasi door-to-door.

Masuk sebagai Kader →

Pemerintah / Provinsi

Pantau Outbreak Radar, cakupan vaksinasi, statistik provinsi, dan progres target Bali Bebas Rabies 2028.

Masuk sebagai Pemerintah →
Prototipe demo — data interaktif tersimpan lokal di peramban Anda (localStorage), tidak dikirim ke server mana pun. Statistik provinsi berlabel "data riset" bersumber dari BPBD Bali, BPS Bali, Kementan & studi ilmiah terkait (lihat paparan RaCon Platform).
RaCon
Selamat datang, warga Bali
Ringkasan
0
Hewan terdaftar
0
Kasus dilaporkan di sekitar (30 hari)
Aksi Cepat
Pengumuman
Darurat

Tergigit hewan? Segera cuci luka dengan air mengalir & sabun selama 15 menit, lalu hubungi layanan kesehatan.

Panggilan Darurat 119 (Ambulans Nasional)
Hewan Saya (Pet Ownership)
+ Daftarkan Hewan Baru
Lapor Kasus Gigitan / Anjing Bergejala Rabies
Agresif tanpa provokasi
Air liur berlebih
Takut air/cahaya
Lumpuh / lunglai
Laporan Saya
Outbreak Radar (Peta Kasus Terkini)
Baru Ditindaklanjuti Selesai
Layanan Terdekat (Nearest Vet / VAR)
Edukasi Kesehatan Rabies

Langkah Pertama Saat Digigit

  1. Cuci luka dengan air mengalir & sabun selama ±15 menit
  2. Beri antiseptik (iodine/betadine) bila tersedia
  3. Segera ke Puskesmas/RS untuk mendapat Vaksin Anti Rabies (VAR)
  4. Laporkan hewan penggigit untuk observasi 10–14 hari

Mengenali Gejala Rabies pada Anjing

Perubahan sifat mendadak, agresif tanpa provokasi, air liur berlebihan, takut air/cahaya, lumpuh pada rahang/kaki, dan pergerakan tidak biasa. Segera laporkan bila menemukan tanda-tanda ini.

Target Global & Bali

WHO menargetkan nol kematian manusia akibat rabies anjing pada 2030 ("Zero by 30"). Provinsi Bali menargetkan Bali Bebas Rabies 2028, didukung Kementan & TISIRA (Tim Siaga Rabies).

Tentang RaCon

RaCon (Rabies Control Platform) mengangkat model Program Dharma yang telah terbukti di lapangan Bali menjadi platform digital One Health berskala provinsi — menghubungkan warga, kader komunitas, layanan kesehatan, dan pemerintah.

Kirim Masukan (App Feedback)

Beranda Kader

Ringkasan aktivitas komunitas Anda hari ini.

0
Anjing terdata (Dogalog)
0
Belum tervaksin
0
Kasus baru perlu tindak lanjut
0
Kunjungan bulan ini
Kasus Terbaru

Digital Dogalog

Katalog digital anjing per banjar/desa — identifikasi permanen menjawab masalah data hilang di Program Dharma.

+ Tambah Anjing/Kucing
NamaJenisPemilikBanjar/DesaStatus Vaksin

Manajemen Kunjungan

Jadwal & riwayat kunjungan door-to-door kader.

Riwayat Kunjungan

Bite Case Management

Tindak lanjuti laporan kasus dari warga.

TanggalPelaporJenisLokasiStatusAksi

Vaccination Targeting

Peta GPS data lapangan riil (Survei Amed 2021, 704 titik rumah tangga) untuk kampanye door-to-door presisi. Klik titik untuk lihat detail.

0 titik ditampilkan
Tervaksin lengkap Sebagian tervaksin Belum tervaksin Anjing liar/tanpa pemilik
Daftar Prioritas (Simulasi Program Dharma)

Laporan Otomatis

Rekap kinerja tersusun otomatis dari aktivitas Dogalog, kunjungan, dan kasus.

Cakupan Vaksinasi Dogalog

Status Penanganan Kasus

Kunjungan per Bulan (demo)

Dashboard Provinsi Bali

Ringkasan kondisi rabies Bali & progres menuju Bali Bebas Rabies 2028.

34.845
Kasus GHPR 2025 (s.d 20 Jul) — data riset
12
Kematian akibat rabies 2025 — data riset
±65–70%
Cakupan vaksinasi vs target WHO 70–80%
0
Laporan RaCon aktif (demo real-time)
Progres Target "Bali Bebas Rabies 2028"
Cakupan vaksinasi saat ini: ~67%Target: 80%
Laporan RaCon Terbaru (Seluruh Provinsi)

Outbreak Radar Provinsi

Visualisasi sebaran laporan kasus dari seluruh peran pengguna RaCon (data demo interaktif).

Baru Ditindaklanjuti Selesai
Sebaran per Kabupaten/Kota (data demo)

Tren & Statistik Provinsi

Data riset resmi (BPBD/BPS/Kementan) — lihat paparan RaCon Platform untuk sumber lengkap.

Tren Kasus GHPR di Bali

Cakupan Vaksinasi vs Target WHO

Kematian Akibat Rabies per Kabupaten, 2025 (total 12 jiwa)

Sumber: BPBD Provinsi Bali (2025); BPS Provinsi Bali (2025); Ditjen PKH Kementan RI; Dinkes Kab. Badung; RRI.co.id (2024); Databoks (2023).

Potensi Risiko Outbreak

Skor risiko komposit dari cakupan vaksinasi, kepadatan anjing tak divaksin, dan histori laporan kasus.

0
Banjar/wilayah risiko tinggi
0
Skor risiko rata-rata (0–100)
0
Anjing belum tervaksin (data lapangan Amed)
0
Laporan kasus aktif provinsi
Peringkat Risiko per Banjar — Data Lapangan Amed, Karangasem (Survei GPS 2021)
Indeks Risiko per Kabupaten/Kota — Indikatif Provinsi
Metodologi: Skor = 45% × (1 − cakupan vaksinasi) + 30% × rasio anjing belum tervaksin terhadap total anjing terdata + 25% × intensitas laporan kasus RaCon aktif (dinormalisasi). Data granular tingkat banjar bersumber dari survei lapangan Amed 2021 (704 rumah tangga, Desa Bunutan & Purwakerti); skor tingkat kabupaten/kota lainnya bersifat indikatif berbasis estimasi cakupan provinsi & laporan RaCon aktif — perlu divalidasi dengan pemetaan lapangan serupa saat replikasi program.

Analisis Ekonomi (Cost-Benefit)

Simulasi biaya program vaksinasi massal vs. biaya penanganan pasca-gigitan (PEP) & potensi kerugian jiwa.

Kondisi saat ini: ±64,5% (365.017 dari estimasi 565.000 ekor anjing di Bali — Ditjen PKH Kementan). Target WHO Zero by 30: 70–80%.
Termasuk vaksin, logistik & insentif kader door-to-door (acuan benchmark kampanye vaksinasi massal anjing).
Rentang harga pasar VAR Rp250rb–800rb/dosis × 4–5 dosis; nilai ini estimasi biaya rata-rata per kasus yang ditanggung sistem kesehatan.
Asumsi indikatif untuk ilustrasi dampak — bukan angka resmi. Silakan sesuaikan sesuai standar valuasi yang berlaku di kebijakan Anda.
Biaya program mencapai target cakupan
Rp 0
Estimasi kasus gigitan (GHPR) dicegah / tahun
0
Biaya PEP yang dihemat / tahun
Rp 0
Estimasi kematian dicegah / tahun
0
Nilai ekonomi jiwa terselamatkan / tahun
Rp 0
Rasio manfaat–biaya (benefit-cost ratio)
Dasar perhitungan: estimasi populasi anjing Bali ±565.000 ekor & cakupan vaksinasi ±64,5% (365.017 ekor tervaksin, Ditjen PKH Kementan RI 2025); 34.845 kasus GHPR & 12 kematian akibat rabies di Bali s.d. 20 Jul 2025 (BPBD Bali); cost-effectiveness vaksinasi massal anjing tahunan mencapai USD 3,00–3,17 per kasus rabies-anjing yang dicegah (studi Pulau Flores, Wera dkk., Vaccine 2017). Seluruh angka biaya bersifat asumsi ilustratif yang dapat disesuaikan — bukan pengganti kajian kelayakan ekonomi formal.

Struktur Kelembagaan Lintas Sistem

Implementation arrangement RaCon dalam sistem kesehatan & pemerintah daerah.

Gubernur / Sekda Bali
Pengarah kebijakan & penanggung jawab target Bali Bebas Rabies 2028
TISIRA (Tim Siaga Rabies)
Koordinator teknis lintas OPD & pemilik program RaCon
Sistem Kesehatan Hewan
  • Dinas Pertanian/Peternakan Kab/Kota
  • Dokter hewan pemerintah & klinik mitra
  • Integrasi data: iSIKHNAS
Sistem Kesehatan Manusia
  • Dinas Kesehatan Provinsi & Kab/Kota
  • Puskesmas & RS penyedia layanan VAR
  • Integrasi data: SATUSEHAT
Sistem Pemerintah Daerah
  • Pemerintah Desa & Desa Adat/Banjar
  • Kader T1 (mentor) & T2 (agen komunitas)
  • Dinas Pariwisata (mitigasi risiko wisata)

Roadmap Implementasi Bertahap

Menuju Bali Bebas Rabies 2028.

FASE 1
2026 (H2)
Fondasi
  • Grand design final & pengadaan pengembang
  • MoU lintas OPD & Universitas Udayana
FASE 2
2027
Uji Coba
  • Pilot di 2 kabupaten prioritas
  • Onboarding & pelatihan kader T1/T2
FASE 3
2027–2028
Skala Provinsi
  • Replikasi ke 9 kabupaten/kota
  • Integrasi dashboard provinsi & early warning
FASE 4
2028+
Keberlanjutan
  • Transisi model pembiayaan mandiri
  • Bali sebagai rujukan nasional